Anyeoonghaseo...! Selamat datang para sahabat bloggers di blog saya ini..! Well, karena ada tugas dari guru TIK saya disekolah, saya disuruh menulis Autobiografi di blog saya ini. Oleh karena itu, saya akan menceritakan sedikit tentang autobiografi saya.
Sewaktu kelas 1 SD, penulis merupakan seseorang yang sangat pemalu dan cengeng, belum bisa membaca dan lain-lain. Jelas, penulis baru dari TK nol kecil, langsung dilepas kelingkungan SD tentu sangatlah berbeda dan diluar pikiran penulis. Banyak menerima caci maki dari teman dan guru bahkan guru pernah bilang seperti ini, “Kamu bahkan gak mungkin naik kelas, kalau kamu seperti ini terus!”......Yah, memang agak menyakitkan, tapi itu bukan membuat penulis ngedown, malah membuat penulis termotivasi untuk maju.
Semester kedua, setelah latihan dan belajar yang digembleng dari ayahanda belajar membaca dan menghitung, penulis pun siap menghadapi ujian apapun yang diberikan oleh walikelas. Benar saja, sewaktu dites maju kedepan kelas oleh wali kelas dan disuruh membaca suatu wacana di buku cetak, penulis pun bisa membaca tanpa salah sedikitpun, dan sukses! Guru dan teman-teman lainnya pun tercengang melihat kemampuan penulis yang dengan singkat mampu membaca dengan lancar.... Terima kasih untuk ayahanda tercinta atas bantuannya...Love you dad...!
Dengan lancar, penulis bisa memasuki SMPN 1 Bandar Lampung dengan rasa bangga dan haru. Orang tua penulis pun merasa sangat senang dan gembira melihat penulis yang berhasil memasuki SMPN 1 Bandar Lampung dengan nilai yang memuaskan.
Autobiografi
A.)
Masa Kehamilan dan Kelahiran Penulis
Sewaktu masa kehamilan penulis,
Ibunda dari penulis mengandung sembari bekerja sebagai pegawai di perusahaan
pertambakan udang. Sewaktu mengandung, Ibunda penulis tidak pernah merasakan
gangguan yang berarti, sehingga dengan sehat dan lancar penulis lahir ke dunia
ini.
Penulis pun lahir di dunia ini,
yang tepatnya lahir di Sekampung(Lampung Timur) yaitu di sebuah tempat praktek
bidan yang cukup terkenal di wilayah sana. Sesuai dengan catatan Surat Keterangan Kelahiran, bayi yang baru
lahir tersebut beridentitaskan :
Bayi yang
diberi nama : Kemas Rafi Muhammad Fadhlan
Jenis Kelamin : Laki-laki
Lahir hari Tgl./Jam : Rabu, 03 Desember 1997, 18.30 WIB
Anak dari Nyonya : Tursilowati
Nama Ayah : Kemas Muh. Imansyah
Alamat Rumah : Tanjung Karang
Agama : Islam
Jenis Kelamin : Laki-laki
Lahir hari Tgl./Jam : Rabu, 03 Desember 1997, 18.30 WIB
Anak dari Nyonya : Tursilowati
Nama Ayah : Kemas Muh. Imansyah
Alamat Rumah : Tanjung Karang
Agama : Islam
Data
Kelahiran :
1.
Panjang/berat
badan : 47 cm
2500 gram
Kelahiran Normal : Ya
Anak ke : 01 (pertama)
Kelahiran Normal : Ya
Anak ke : 01 (pertama)
Sekampung,
05 Desember 1997
Bidan yang Menolong
Sarmi, U K
Dan
begitulah Surat Keterangan Lahir
penulis yang diketik menurut fakta yang ada. Orang tua mengharapkan supaya
penulis menjadi orang yang berguna bagi nusa, bangsa dan agama. Dan syukur,
ibunda penulis melahirkan dengan lancar tanpa operasi caesar.
A.)
Masa Pertumbuhan
Balita
Di masa balita, penulis mengalami banyak hal yang merubah hidup penulis
dan banyak mengalami perkembangan. Contohnya penulis sudah bisa berjalan dan
sudah bisa berbicara. Bahkan penulis sudah berada di Taman Kanak-Kanak. Bahkan
penulis sudah di Tk nol kecil sejak umur 3 tahun. Memang, ini memang terlalu
cepat, akan tetapi ayahanda percaya bahwa otak penulis bisa dan mampu bersaing
dengan anak-anak lainnya yang diatas penulis. Penulis bersekolah di Taman
Kanak-Kanak Shandy Putra(Telkom), di dekat rumah kakek dan nenek penulis.
Tujuannya, bila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, kakek dan nenek penulis
bisa bertindak dengan cepat.
Di saat
penulis di TK Shandy Putra, penulis banyak mendapatkan teman yang sangat-sangat
mengasyikan. Maaf tidak bisa disebutkan satu persatu, dikarenakan penulis juga
lupa siapa saja nama-nama teman-teman penulis. Sungguh, benar-benar kenangan
yang tak akan terlupakan bagi penulis.......
Dan penulis
pun mengikuti acara pelepasan murid sewaktu tahun ajaran 2001/2002. Acara itu
pun diikuti dengan suka cita oleh semua teman-teman penulis, meskipun pakaian
adat Sumatera Selatan sangat panas dan gatal, akan tetapi itu semua tidak
terasa sewaktu bernyanyi di panggung sekolah.
Memang tak
banyak yang bisa dieceritakan penulis, karena ingatan penulis yang tidak jelas
pada saat itu. Oleh karena itu mohon kemaklumannya.
A.)
MASA SD (Sekolah
Dasar)
Masa
SD........
Adalah dimana masa penulis banyak mempelajari hal-hal yang baru. Seperti contohnya, banyak memplejari arti kehidupan, memperbaiki sikap dan lain-lain.
Adalah dimana masa penulis banyak mempelajari hal-hal yang baru. Seperti contohnya, banyak memplejari arti kehidupan, memperbaiki sikap dan lain-lain.
Sewaktu kelas 1 SD, penulis merupakan seseorang yang sangat pemalu dan cengeng, belum bisa membaca dan lain-lain. Jelas, penulis baru dari TK nol kecil, langsung dilepas kelingkungan SD tentu sangatlah berbeda dan diluar pikiran penulis. Banyak menerima caci maki dari teman dan guru bahkan guru pernah bilang seperti ini, “Kamu bahkan gak mungkin naik kelas, kalau kamu seperti ini terus!”......Yah, memang agak menyakitkan, tapi itu bukan membuat penulis ngedown, malah membuat penulis termotivasi untuk maju.
Semester kedua, setelah latihan dan belajar yang digembleng dari ayahanda belajar membaca dan menghitung, penulis pun siap menghadapi ujian apapun yang diberikan oleh walikelas. Benar saja, sewaktu dites maju kedepan kelas oleh wali kelas dan disuruh membaca suatu wacana di buku cetak, penulis pun bisa membaca tanpa salah sedikitpun, dan sukses! Guru dan teman-teman lainnya pun tercengang melihat kemampuan penulis yang dengan singkat mampu membaca dengan lancar.... Terima kasih untuk ayahanda tercinta atas bantuannya...Love you dad...!
- Kelas 6 SD
Penulis memang langsung melangkah ke kelas 6,
dikarenakan banyak memori yang hilang dari kelas 2-5 SD, daripada diketik
setengah-setengah, lebih baik tidak diketik....
Kelas 6, adalah kelas dimana bagian-bagian terseru dan terbaik yang pernah ada. Baik dari segi study bahkan yang bukan study.
Dibidang study, penulis mengalami banyak peningkatan dan penurunan. Peningkatan di segi IPS dan penurunan di segi MTK(ini mah ngedown abis). Banyak pujian dari guru maupun teman-teman yang mengatakan bahwa penulis mempunyai bakat yang lebih di IPS, dan banyak juga yang salut terhadap penulis karena nilai IPS penulis yang tidak pernah kurang dari 90. Sedangkan di bidang MTK, penulis harus remedial berkali-kali di bab volume dan ruang. Karena bagi penulis, itu merupakan bagian tersulit yang pernah ada di Sekolah Dasar. Begitu banyak rumus yang harus dihafalkan dan logika pun digunakan. Meskipun begitu, kedua orang tua penulis dengan sabar menyemangati penulis dan memberikan dukungan yang sangat besar bagi penulis dalam bidang study.
Kelas 6, adalah kelas dimana bagian-bagian terseru dan terbaik yang pernah ada. Baik dari segi study bahkan yang bukan study.
Dibidang study, penulis mengalami banyak peningkatan dan penurunan. Peningkatan di segi IPS dan penurunan di segi MTK(ini mah ngedown abis). Banyak pujian dari guru maupun teman-teman yang mengatakan bahwa penulis mempunyai bakat yang lebih di IPS, dan banyak juga yang salut terhadap penulis karena nilai IPS penulis yang tidak pernah kurang dari 90. Sedangkan di bidang MTK, penulis harus remedial berkali-kali di bab volume dan ruang. Karena bagi penulis, itu merupakan bagian tersulit yang pernah ada di Sekolah Dasar. Begitu banyak rumus yang harus dihafalkan dan logika pun digunakan. Meskipun begitu, kedua orang tua penulis dengan sabar menyemangati penulis dan memberikan dukungan yang sangat besar bagi penulis dalam bidang study.
Dibidang non study, disinilah letak bagian
terseru dan terasyik dari kelas 6 sd. Di kelas 6 SD, untuk pertama kalinya,
penulis bisa menjadi wakil ketua kelas dan ikut mengatur kelas. Mempunyai
sahabat yang seru dan baik-baik, yang tidak akan pernah penulis lupakan untuk
selamanya. Antara lain Rizky Ariandewo, Agung Prabowo, Wal Asri Hariyanda,
Annisa Didel, M. Irfan Rafi Pontoh, Dimas Harianto, Arlin Carolin Jonanda, M.
Ridho Pratama P, Dan Renaldy Pratama Poetra. Mereka semualah yang telah setia
menemani penulis dalam berbagai kejadian, baik suka maupun duka.
Ingat sekali sewaktu penulis kehabisan uang
jajan, salah seorang dari mereka, yaitu Wal Asri, dengan senang hati
meminjamkan dan memberikannya dengan Cuma-Cuma dengan penulis, padahal waktu
itu penulis meminjam uang sebesar 5000 rupiah! Itu merupakan jumlah yang sangat
besar untuk anak kelas 6 SD. Akan tetapi dengan ikhlas, Wal Asri pun
meminjamkan uangnya itu.
Ada lagi pegalaman yang cukup menyenangkan, saat
les dirumah seorang teman yang bernama Mitha. Kami bersepuluh les disana, lebih
tepatnya di rumah nenek dari Mitha. Saat sedang les berlangsung dan Ibu Hartini
menjelaskan, tiba-tiba segerombolan monyet pun datang masuk ke rumah. Kami pun
kaget setengah mati. Diantaranya, Annisa yang meloncat ke atas meja, dan Irfan
yang bersembunyi dibelakang penulis karena ketakutan. Penulis pun sebenarnya
takut, tapi karena monyet-monyet itu tidak terlalu agresif, penulis pun
memberanikan diri mengambil sebuah pisang di atas meja dan memberikannya kepada
salah satu monyet-monyet itu. Alhasil, penulis pun dikerubungi oleh
monyet-monyet itu karena telah memberikan pisang itu.
Masih banyak kejadian seru dan lucu lainnya jika
ingin diceritakan, seperti halnya Ridho yang salah mengirim SMS. Yang harusnya
dikirim ke pacarnya, malah dikirim ke wali kelas, dan lain-lain. Untuk masa SD,
cukup sekian karena banyak sekali hal-hal yang seru dan lucu untuk diceritakan dikarenakan tidak cukup tempatnya.
A.)
Masa SMP
Masa SMP, merupakan masa yang
paling baik sekaligus terbuuruk di kehidupan penulis.
Penulis bersekolah di SMPN 1 Bandar Lampung yang tercinta. Merupakan tempat belajar penulis selama 2.5 tahun. Kenapa 2.5 tahun? Karena penulis merupakan murid pindahan saat itu. Dari SMPN 23 Bandar Lampung. Sewaktu pindah, penulis merasakan banyak hal yang berbeda. Diliputi rasa minder , kagum dan tidak percaya diri, penulis pun memasuki SMPN yang nomor 2 di Lampung tersebut. Sewaktu tes, penulis memang tidak percaya diri dan sedikit nervous.
Akan tetapi, dengan pertolongan dari Allah SWT, penulis pun mendapatkan kemudahan yang sangat membantu penulis ditengah-tengah tes masuk penerimaan.
Penulis bersekolah di SMPN 1 Bandar Lampung yang tercinta. Merupakan tempat belajar penulis selama 2.5 tahun. Kenapa 2.5 tahun? Karena penulis merupakan murid pindahan saat itu. Dari SMPN 23 Bandar Lampung. Sewaktu pindah, penulis merasakan banyak hal yang berbeda. Diliputi rasa minder , kagum dan tidak percaya diri, penulis pun memasuki SMPN yang nomor 2 di Lampung tersebut. Sewaktu tes, penulis memang tidak percaya diri dan sedikit nervous.
Akan tetapi, dengan pertolongan dari Allah SWT, penulis pun mendapatkan kemudahan yang sangat membantu penulis ditengah-tengah tes masuk penerimaan.
Dengan lancar, penulis bisa memasuki SMPN 1 Bandar Lampung dengan rasa bangga dan haru. Orang tua penulis pun merasa sangat senang dan gembira melihat penulis yang berhasil memasuki SMPN 1 Bandar Lampung dengan nilai yang memuaskan.
Ditengah-tengah kehidupan baru
di tempat yang baru, penulis bertemu dengan banyak teman, yaitu seperti Mahfud
Armina yang sewaktu kelas 6 SD sekelas, sekarang kami sekelas lagi. Azwan Zuan,
yaitu seorang anak yang sangat pintar yang mampu menyelesaikan soal matematika
dalam 2 menit! Dan Rachmad Iwan, teman sebangku penulis yang sangat ramah,
dewasa, dan alim dalam kehidupan sehari-hari. Tidak ketinggalan, seperti Eka
Putra, Abby Setyo, dan Bima, yang sangat gokil
dan seru. Apabila kami berempat
sudah berkumpul, nmaka satu kelas bisa dipenuhi dengan suara tawa yang bisa
terdengar hingga ruang wakasek. Tentu saja kami sudah berkali-kali ditegur oleh
guru BK dan wakasek-nya sendiri, tapi hal itu tetap tidak bisa kami hentikan
bila kami sudah berkumpul.
Tidak tertinggal teman penulis
yang perempuan seperti Jossi Chaerunnisa, Dian, dan Rahma Aulia. Penulis akan
mendeskripsikan sedikit tentang Jossi Chaerunnisa. Jossi Chaerunnisa, yaitu
seorang perempuan yang tomboi namun sangat cantik. Bahkan penulis sempat menaksir
dia karena keramahan dan kecantikannya. Dalam kehidupan sehari-hari, Jossi
bergabung dengan organisasi Pramuka, mungkin itulah yang menjadikannya sedikit
tomboi. Namun setelah penulis perhatikan dengan sungguh-sungguh, dia ini mirip
dengan seorang artis korea, yaitu Tiffany Hwang SNSD. Sungguh, jika penulis
mempunyai fotonya, akan penulis pasang di autobiografi ini.
Respon guru-guru di sekolah
sangat ramah dan baik-baik. Mereka sangat profesional dan disiplin dalam hal
mengajar. Mereka juga tidak tempramen dan sabar dalam membimbing penulis dalam
belajar. Sedangkan di luar kelas, teman yang pertama kali penulis kenal adalah
Rizky Aprianto, Thareh Kemal Damanta kembaran dai Abdi Kemal Damanta dan Aditya
Ari. Kami bertemu di Pengembangan diri Bahasa Inggris waktu itu.
Dimulai dari Rizky Aprianto,
seorang teman yang terlihat jenius namun koplak.
Dia merupakan seorang penggila astoronomi dan catur. Harus penulis akui, dia
memang sedikit diatas kemampuan IQ-nya dibanding penulis. Namun dia adalah seseorang
yang sedikit hiperaktif di dalam bidang yang dia gemari, terutama astronomi.
Sedangkan, Aditya Ari, dia
adalah sahabat baik penulis yang mempunya banyak kesamaan dengan penulis. Dia
asyik dan seru apabila diajak bergaul dengan sesamanya. Penulis selalu
bersamanya sejak di kelas 8 hingga sekarang. Jika sudah bertemu, kami paling tidak bisa diam dan selalu membuat kehebohan.
Dan ada lagi seperti Eka Putra, ketua perkumpulan kami, yang sangat baik dan sabar dalam mengahapi kami semua. Dan, Rachmad Iwan, orang yang paling kalem dan alim dan yang paling tampan diantara kami semua. Sehingga terkadang membuat kami iri kepadanya.
Banyak hal yang telah terjadi dalam kehidupan saya, akan tetapi hanya ini sebagian besar yang bisa saya katakan. Bila ada kurang berkenan saya mohon maaf, dan bila ada kekurangan saya mohon kemaklumannya. Atas perhatian sahabat bloggers semua, saya ucapkan banyak terima kasih.
Assalamualaikum wr. wb










